Rabu, 01 Oktober 2014

Perlukah Tes Prestasi?


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hai sahabat blogger ^_^ 
Apa kabar? Semoga selalu sehat wal'afiat dan semoga sahabat-sahabatku ini senantiasa berada dalam naungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Allahumma Aamiin :3

Sebelumnya, mau menyapa mahasiswa tingkat akhir dulu yuk. Hello! :D 
Semoga selalu semangat berlomba-lomba dalam kebaikan ya. Mengerjakan tugas itu kebaikan loh. Apalagi kalau tugasnya bertubi-tubi, wow! akan banyak sekali kebaikan yang kita tanam dan tuah. Bukan hanya dinilai dosen loh, tapi Yang Punya Dosen (Allah SWT) juga nilai kita hihi, Jaga niat ya :3

Sekarang, mari kita kerucutkan pokok bahasan kita :-)

Perlukah Tes Prestasi????
Sebelum kita ulas perlu atau tidaknya sebuah tes prestasi, alangkah baiknya kita tinjau dulu apa makna tes dan prestasi serta tes prestasi itu sendiri.

Apa itu Tes? 




  •  Anastasi menyatakan bahwa test adalah alat pengukur yang mempunyai standar obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas, serta dapat betul-betul digunakan dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu.
  • Anastari, (1982:22), menyatakan bahwa di dalam tes terdapat sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab atau tugas yang harus dikerjakan, yang akan memberikan informasi mengenai aspek psikologis tertentu (sampel perilaku) berdasarkan jawaban yang diberikan individu yang melaukan tes tersebut.
Nah, jadi tes itu adalah sebuah alat ukur yang mempunyai standar obyektif, berupa tugas yang harus dikerjakan/ bentuk soal, yang bertujuan untuk menghasilkan data mengenai aspek psikologis testee. 

Apa itu Prestasi?


  • Prakosa, (1991), menyatakan bahwa  prestasi belajar banyak diartikan sebagai seberapa jauh hasil yang telah dicapai siswa dalam penguasaan tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima dalam jangka waktu tertentu. Prestasi belajar pada umumnya dinyatakan dalam angka atau huruf sehingga dapat dibandingkan dengan satu kriteria.
  • Prestasi belajar diartikan sebagai tingkat keterkaitan siswa dalam proses belajar mengajar sebagai Hasil evaluasi yang dilakukan guru. 
  • Menurut Sutratinah Tirtonegoro (1984 : 4), mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk symbol angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak didik dalam periode tertentu.
 Jadi, Prestasi itu ialah seberapa jauh sih kemampuan atau hasil yang dicapai seseorang untuk menyerap ilmu pengetahuan atau materi yang ia terima dalam jangka waktu tertentu.

Jadi, sudah mulai terbayang Apa itu Tes Prestasi?

Jika sebuah tes adalah alat ukur yang bertujuan untuk mendapatkan data/ hasil yang diperoleh dari aspek psikologi yang diukur, nah prestasi inilah aspek psikologi yang hendak diukur.  

Benyamin S. Bloom (dalam Azwar, 2003), menyatakan bahwa Tes prestasi adalah salah satu alat ukur hasil belajar yang dapat mencakup semua kawasan tujuan pendidikan. Kawasan terbagi mejadi tiga bagian, yaitu kawasan kognitif, kawasan afektif, dan kawasan psikomotorik.

sekarang, pertanyaan utamanya adalah Perlukah Tes Prestasi?

Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang bertujuan. Tujuan tersebut dinyatakan dalam kemampuan atau perilaku yang diharapkan pendidik dimiliki siswa/mahasiswa setelah menyelesaikan kegiatan belajar. 


Untuk dapat mengetahui tercapai tidaknya tujuan pengajaran serta kualitas proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan, yang perlu dilakukan ialah suatu penilaian atau evaluasi terhadap hasil belajar siswa/mahasiswa. Penilaian atau evaluasi pada dasarnya ialah proses memberikan nilai tentang sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.

Nah, penilaian atau evaluasinya dalam bentuk apa sehingga bisa memberikan nilai tentang tercapai tidaknya tujuan pengajaran? Jawabannya adalah Tes Prestasi. 




Robert L. Ebel (1979), mengatakan bahwa fungsi utama tes prestasi dikelas adalah mengukur prestasi belajar para siswa. Adalah suatu kesalahfahaman bila menggangap bahwa apa yang dapat dilakukan oleh tes prestasi semata-mata memberikan angka untuk dimasukkan kedalam rapor murid atau kedalam laporan hasil study mahasiswa. Sesungguhnya prosedur tes guna mengukur prestasi mengandung nilai-nilai pendidikan yang sangat penting, dimana tes membantu para guru/pendidik memberikan nilai yang valid dan akurat. Terdapat persepsi yang sangat kuat dalam diri siswa maupun mahasiswa dimana nilai yang baik merupakan tanda keberhasilan belajar yang tinggi sedangkan nilai tes dianggap sebagai satu-satunya indikator yang mempunyai arti penting maka nilai itulah yang biasanya menjadi target usaha meraka dalam belajar.

Thorndike,et.al.,(1991), mengatakan bahwa hampir semua ahli teori belajar, baik pengikut faham behaviorisme maupun kognitivisme, menekankan pentingnya umpan balik berupa nilai guna meningkatkan belajar. Pengalaman menunjukkan bahwa siswa akan belajar lebih giat dan berusaha lebih keras apabila mereka mengetahui bahwa di akhir program dilakukan tes untuk mengetahui nilai dan prestasi mereka.  


Robert L.Ebel (1979), mengemukkakan pula bahwa tes kadang-kadang dianggap sebagai motivator ekstrinsik atau motivator dari luar diri. Memperoleh nilai baik adalah suatu rewarding learning experience,yaitu pengalaman belajar yang menyenangkan.


 

Jadi, bagi siswa maupun mahasiswa, Tes Prestasi itu perlu.
sebab, darimana kita bisa tahu sejauh mana kemampuan kita, keberhasilan kita dalam mencapai segala sesuatu ataupun keberhasilan akademik jika tidak di ukur melalui tes? 
Dari tes prestasi, siswa maupun mahasiswa bisa tahu seberapa berhasilkah ia dalam proses belajar, dimana keunggulan mereka, sejauh mana kemampuan mereka, dimana letak kelemahan atau kesalahan belajar mereka. jadi, ada proses evaluasi yang terjadi setelah adanya tes prestasi. 

Bukan hanya siswa yang merasa perlu dilakukan tes prestasi. Pendidikk pun perlu guna melakukan evaluasi untuk mengetahui:

  1. Seberapa jauh siswa telah menguasai tujuan pelajaran yang telah ditetapkan.
  2. Bagian-bagian mana dari program pengajaran yang masih lemah dan perlu diperbaiki.
Berdasarkan fungsi tersebut, pendidik dapat mengetahui tercapai tidaknya tujuan pengajaran. Di samping itu, dengan fungsi ini pendidik dapat mengetahui berhasil tidaknya ia mengajar. Karena rendahnya hasil belajar yang dicapai oleh para siswa bukan semata-mata disebabkan siswa itu sendiri, tetapi dapat juga disebabkan oleh kurang berhasilnya proses belajar-mengajar yang dilaksanakan oleh pendidik.

Sasaran utama pada tes prestasi adalah untuk memperoleh informasi yang valid, reliabel dan bermanfaat terhadap prestasi siswa.

So, kesimpulan dari pembahasan kita adalah:
Tes Prestasi itu Perlu, sebab keberhasilan atau pencapaian sebuah proses belajar akan terukur melalui sebuah tes yang dinamakan tes prestasi. 


Wallahu'alam Bishowab


Semoga bermanfaat bukan hanya untuk saya tapi untuk orang banyak :D


Wassalaamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh 
Sampai berjumpa di pembahasan selanjutnya, blogger ^_^

                                                ***


Nama: Fajriyatul Islamiah
NIM : 1125115047
Kelas : Non Reguler B
Psikologi Universitas Negeri Jakarta 2011








 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar